Review Film Overlord (2018)
(Ulasan Film ini di publikasikan dalam Majalah IRMAGAZINE 2019)
Sebuah film karya J.J Abrams yang disutradarai oleh Julius Avery, merupakan film drama aksi dengan sensasi horror yang cukup membuat kita merinding. Seperti judulnya, Overlord merupakan salah satu codename dalam Pertempuran Normadia pada tahun 1944. Film ini menceritakan tentang perjuangan pasukan Amerika Serikat yang berusaha untuk menyelesaikan misi merka yaitu menghancurkan Menara Radio yang mana merupakan markas Nazi Jerman. Namun, sebelum sempat mendarat pesawat tersebut terjatuh dan hanya menyisakan beberapa pasukan saja. Pasukan ini nantinya yang akan berjuang untuk menyelesaikan misi. Tanpa disengaja pasukan tentara Amerika yang terdiri dari Ford, Chase,Tibbet, dan Boyce bertemu dengan seorang gadis yang tinggal disebuah desa perbatasan Perancis yang mana daerah tersebut telah dikuasai oleh Jerman.
Gadis bernama Chloe tersebut tinggal bersama adiknya dan hidup pernuh tekanan ayah dan ibunya disekap dibawah Menara Radio milik Jerman dan bibinya yang mengalami penyakit misterius setelah dipulangkan dari masa penyekapan oleh Jerman belum lagi Chloe kerap kali mendapatkan pelecehan seksual dari kepala pasukan tentara Jerman, Warner. Lalu, Chloe memberi tampungan pada Ford dan teman-temannya secara sembunyi-sembunyi. Dari sini perjalanan mereka dimulai, bukan hanya tentang senajat dan peluru-peluru, mereka justru berhadapan dengan hal yang lebih gila lagi. Yakni manusia-manusia korban percobaan Nazi Jerman, yang mana pada saat itu tingkat teknologi mereka luar biasa kemajuannya. Kehadiran mereka tertangkap saat Boyce dengan hati nuraninya mencoba menyelamatkan Chloe yang sedang dipaksa untuk melayani kepala pasukan tentara Jerman tersebut. Mereka berhasil menyekap serta menyiksa habis-habisan kepala tentara tersebut.
Kejadian bertambah rumit saat adik Chloe, Paul ditangkap oleh pasukan Jerman, Boyce yang berbeda pendapat dengan Ford akhirnya menyusun rencana untuk menyelesaikan misi secara bersama, yaitu mengebom Menara Radio Jerman serta membawa kembali adik Chloe keluar dari tempat tersebut. Ford yang diawal cerita dikisahkan bahwa dia adalah seorang yang ahli dalam urusan bom segera mengambil posisi menuju ruang bawah tanah tempat pengoperasian saluran radio yang menjadi sarana komunikasi Jerman pada saat itu. Sedangkan Boyce yang berhati nurani dan penyayang ini membantu Chloe untuk menemukan sang adik. Namun, aksi mereka justru terganggu dengan kehadiran makhluk-makhluk aneh hasil rekayasa genetik oleh dokter-dokter Jerman yang tak lain bertujuan mengubah pasukan menjadi lebih kuat dan abadi dibawah kepemimpinan Adolf Hitler. Dari sinilah unsur horror tampak, alih-alih berhadapan dengan para tentara, Boyce dan kawan-kawannya tidak percaya bahwa mereka justru berhadapan dengan monster-monster yang menyeramkan. Unsur horror yang disajikan dalam film ini sangat luar biasa dan nyata, film ini dapat menggiring penonton untuk melihat bagaiman kemajuan teknologi yang dimiliki Jerman saat itu, serta bagaimana kekejaman Nazi Jerman. Korban yang menjadi tahanan maupun kelinci percobaan tak lain adalah orang-orang Yahudi atau bahkan penduduk Perancis serta tahanan-tahanan para Nazi.
Alhasil, Ford melawan makhluk mengerikan itu, dia mengorbankan dirinya dengan cara menyuntikkan serum-serum yang dipakai para dokter untuk merubah genetik target sehingga menjadi lebih kuat dan abadi, dikarenakan regenerasi sel-sel yang sangat cepat. Boyce yang akhirnya berjuang sendiri, sukses menyelamatkan adik dari Chloe. Selain itu ia mampu menguak kebenaran mengenai percobaan-percobaan Jerman. Film ini benar-benar sukses membawa kita seperti masuk ke dalam suasana Perang Dunia II di tahun 1944. Film ini sangat cocok bagi penikmat film horror dan juga sejarah. Banyak pelajaran serta pengetahuan baru yang bisa di dapat dari film ini. Bagaimana dampak Perang Dunia II saat itu bagi seluruh rakyat Eropa, bahkan seluruh rakyat di dunia. Hal yang paling menarik disini ialah kecanggihan teknologi Jerman serta hasil-hasil percobaan nya. Tak heran jika Jerman menjadi negara yang cukup kuat dibidang teknologi nya. Film ini benar-benar bagus dan wajib banget ditonton buat kalian-kalian yang suka banget sama sekarang-sekarang dunia. Namun, penyajian dari film ini terkesan terburu-buru karena perbedaan sudut pandang di tiap bagian film ini. Akan tetapi terlepas dari itu drama serta penyajian visual film ini sangat berkualitas dan sangat-sangat bersifat nyata.
Komentar
Posting Komentar